Democracy

KEMBALINYA PARA MANTAN DI PILKADA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2020

Gelanggang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang berlangsung serentak di berbagai daerah Kabupaten/Kota/Provinsi akan kembali digelar pada September 2020 ini, salah satu daerah yang menjadi pertarungan adalah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Kabupaten Lampung Tengah merupakan sebuah kabupaten berada di tengah-tengah provinsi Lampung. Kab. Lamteng memiliki ibukota Kecamatan Gunung Sugih, sebelumnya Kecamatan Metro yang kemudian memekarkan diri menjadi Kotamadya pada tahun 1999.

Lampung Tengah merupakan kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki jumlah penduduk terbesar yaitu berdasarkan data BPS sebanyak 1.239.096 jiwa pada tahun 2015. Sementara itu jumlah penduduk Provinsi Lampung sebanyak 8.117.268 jiwa. Sehingga Kabupaten Lampung Tengah berpotensi memiliki jumlah masa yang besar dalam setiap pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Apabila menguasai Kab Lamteng, maka berpotensi akan lebih menguasai provinsi Lampung.

Kabupaten Lampung Tengah juga berada ditengah-tengah provinsi Lampung, baik secara geografis maupun akses infrastruktur. Kabupaten ini dilalui oleh jalur lintas timur dan lintas tengah sumatera, serta dilalui oleh Tol Lintas Sumatera yang sedang dibangun pemerintah.

Selain itu, Lampung Tengah juga dikenal sebagai daerah penghasil perkebunan terbesar di Indonesia, seperti produksi dan pabrik gula, nanas, dan lain-lain. Misalnya perusahaan PT GGF (Great Giant Food) yang berfokus pada produksi dan pengolahan nanas, PT Gunung Madu Plantations yang bergerak di perkebunan tebu atau gula, serta PT Gula Putih Mataram yang lebih dikenal dengan Sugar Group yang memiliki perkebunan tebu dan pabrik gula terbesar di Indonesia yaitu seluas 62.000 ha di Lampung, khususnya di daerah Lampung Tengah.

Dengan adanya potensi yang besar dari aspek jumlah penduduk, aspek ekonomi, dan budaya serta letaknya yang strategis sebagai persimpangan kabupaten-kabupaten di Lampung, menjadikan Kabupaten Lamteng menjadi daerah yang penting apabila partai politik ingin dapat menguasai provinsi Lampung. Salah satu contoh yaitu pada pemilu 2014 ketua partai Demokrat, SBY serta perwakilan PDIP, Jokowi melakukan kampanye di daerah Kecamatan Kota Gajah dan Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

Oleh karena itu, salah satu cara paling tepat untuk menguasai daerah yang sangat strategis seperti Lampung Tengah tentu dengan menjadikan masing-masing kader partai politiknya menjadi bupati. Sehingga, Pertarungan Pilkada di Kabupaten Lampung Tengah menarik untuk dianalisis karena tentu akan banyak politikus dan partai politik yang ingin memenangkan pilkada di Lampung Tengah.

Besarnya potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut, baik itu potensi ekonomi maupun aspek politik. Termasuk berpotensi menjadi jembatan politik menuju arena yang lebih besar, seperti misalnya menjadi gubernur Provinsi Lampung atau Walikota Metro seperti yang dilakukan oleh Mantan Bupati Lampung Tengah, Ahmad Pairin, yang menjabat pada tahun 2010-2015 dan kemudian mengikuti pilwakot Metro dan meraih kemenangan. Kondisi tersebut membuat banyak politisi yang tertarik untuk mencoba bertanding di Pilkada Lampung Tengah, termasuk para mantan, di Pilkada 2020 nanti.

Kandidat pertama yang akan maju yaitu Loekman Djoyosoemarto, Bupati Lampung Tengah saat ini. Loekman sebelumnya merupakan wakil bupati di periode 2016-2021, akan tetapi karena bupati sebelumnya yaitu Mustafa tertangkap OTT KPK pada tahun 2018, maka Loekman naik menjadi bupati. Sebelum tertangkap KPK, Mustafa saat itu sedang dalam proses kampanye untuk maju menjadi Calon Gubernur Lampung pada Pemilihan tahun 2018 lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lampung Tengah memang dapat menjadi daerah yang tepat untuk batu loncatan karir politik seseorang. Loekman sendiri didukung oleh mantan bupati Lampung Tengah, Mudiyanto Toyib.

Kandidat kedua yaitu mantan wakil bupati Lamteng periode 2005-2010, Musa Ahmad, akan berpasangan dengan Ardhito Wijaya yang merupakan anak dari Ahmad Pairin. Musa Ahmad pada pilkada 2010 sempat mencalonkan diri sebagai bupati, tetapi gagal di putaran kedua. Berdasarkan berbagai kutipan wawancara, Musa Ahmad ingin kembali berlaga karena ingin memperbaiki program-program pembangunan di Lamteng.

Kandidat ketiga adalah Nessy Kalfiah yang merupakan istri dari mantan Bupati Lamteng, Mustafa. Dari berbagai wawancara, terlihat bahwa Nessy maju karena ingin melanjutkan program pembangunan suaminya, dan telah mendapat restu. 

Dengan adanya para mantan pejabat yang ingin kembali bertarung menunjukkan bahwa para mereka ini masih belum bisa move on, mereka tetap ingin dapat berlaga walaupun diwakilkan oleh anggota keluarga yang lain.   

Salah satu alasan masuk akal kenapa para mantan tersebut ingin kembali berlaga karena menyadari besarnya potensi Lampung Tengah, serta karena tergerak dengan “gerakan” politisi lainnya. Dalam teori game theory, dibahas bagaimana mekanisme dalam merancang strategi. Khususnya bahwa setiap gerakan masing-masing pihak dipengaruhi oleh gerakan dari pihak atau player lainnya. Sebagaimana berdasarkan definisi dari Pastine, Pastine dan Humberstone (2017) bahwa

Game theory is the study of strategic interaction. Strategic interaction is also key element of most board games. Your decision affects the other player’s actions and vice versa. The decision makers are called players. Players make a move when they make a decision.”

Dalam konteks pilkada Lamteng, adanya “gerakan” dari para mantan petinggi kabupaten tersebut menyebabkan para mantan-mantan lainnya kembali ikut berlaga. Adanya “gerakan atau move” dari player menyebabkan player mau tidak mau ikut bereaksi, dengan ikut bertanding dalam pilkada di September 2020 nanti.

Penulis : Tri Nopiyanto, S.I.P (Peneliti IDESSS)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button